Selasa, 06 Januari 2009

Pandangan Psikologi Tentang pembelajaran Matematika

Dalam dunia pendidikan matematika dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit, yang tidak jarang menyebabkan tekanan psikologis pada kebanyakan siswa, khususnya bagi siswa yang kurang mampu dalam pelajaran tersebut. Bagi siswa yang kurang mampu dalam pelajaran matematika, mereka akan merasakannya sebagai suatu siksaan atau tekanan batin selama proses pembelajaran berlangsung. Perasaan tertekan tersebut akan menyebabkan suasana di kelas menjadi tidak nyaman dan aman selama proses pembelajaran.

Oleh karena itu, untuk menghadapi kompleksitas permasalahan pendidikan matematika di sekolah, pertama kali yang harus dilaksanakan adalah bagaimana menumbuhkan kembali minat siswa terhadap matematika. Sebab tanpa adanya minat, siswa akan sulit untuk mau belajar, dan menguasai matematika secara sempurna. Menumbuhkan kembali minat siswa terhadap matematika akan sangat terkait dengan berbagai aspek yang melingkupi proses pembelajaran matematika di sekolah. Aspek-aspek itu berkaitan dengan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran matematika, metode pengajaran, maupun aspek-aspek lain yang mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan proses pembelajaran matematika, misalnya sikap orang tua atau masyarakat pada umumnya terhadap matematika. Untuk menumbuhkan minat siswa terhadap matematika, pembelajaran matematika di sekolah dalam penyajiannya harus diupayakan dengan cara yang lebih menarik bagi siswa. Matematika sebenarnya memiliki banyak sisi yang menarik. Namun, seringkali hal tersebut tidak dihadirkan dalam proses pembelajaran matematika. Akibatnya siswa mengenal matematika tidak secara utuh. Matematika hanya dikenal oleh siswa sebagai kumpulan rumus, angka, dan simbol belaka. Disamping itu, pembelajaran matematika di sekolah tidak dapat dilepaskan dari pendekatan yang digunakan oleh guru. Pendekatan tersebut biasanya dipengaruhi oleh pemahaman guru tentang sifat matematika, bukan apa yang diyakini paling baik untuk proses pembelajaran matematika di kelas. Guru yang memandang matematika sebagai produk yang sudah jadi akan mengarahkan proses pembelajaran siswa untuk menerima pengetahuan yang sudah jadi. Guru akan cenderung mengisi pikiran siswa dengan sesuatu yang sudah jadi. Sedangkan, guru yang memandang bahwa matematika merupakan suatu proses akan lebih menekankan aspek proses daripada aspek produk dalam pembelajaran matematika. (Marpaung, 1998).

Pada kenyataannya, matematika menimbulkan luka psikologis yang diderita siswa berkaitan dengan pendidikan matematika. Untuk dapat menyembuhkan luka psikologis tersebut maka peran seorang guru sangat besar dalam hal ini, sehingga minat siswa terhadap matematika tumbuh subur kembali. Pendidikan matematika di sekolah hanya akan berlangsung dengan baik dan sampai pada tujuannya jika ada sinergi dari banyak pihak, seperti siswa, guru, orang tua, dan pihak lain yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Antara satu komponen dan komponen lain yang terlibat dalam pendidikan matematika diharapkan saling menginspirasi agar pembelajaran matematika di sekolah menjadi lebih menyenangkan, mengasyikkan, dinamis, dan humanis. Dengan berbagai usaha tersebut diharapkan matematika tidak lagi dipandang secara parsial oleh siswa, guru, masyarakat, atau pihak lain. Melainkan mereka dapat memandang matematika secara utuh yang pada akhirnya dapat memacu dan memotivasi mereka untuk mempelajari matematika dengan sungguh-sungguh.


By:
ENI MAWARTI
07301241011
PENDINIKAN MATEMATIKA R'07
085643681544

Rabu, 10 Desember 2008

What I Can Reflect About Psychological Aspect if the Student is Confronted with the Following Questions

Wish skills woman and women teachers in problems solved the following can to add skills an prepared and implementation teaching and learning of Mathematics in High Junior Schools with more innovation.The solution is hand wrote individually:
I. Do as able as it is choose d from questions that here and products it is collected this day too.(To this day don't answered choose questions)
II.Make solutions to all question and it is collected latest Tuesday, 9 December 2008, it is putted in locker Dr.Marsigit. The key answered can see at night Tuesday, 9 December in http://pbmmatmarsigit.blogspot.com/.Amien ( lecturer: Dr.Marsigit )


My opinions if the students is confronted on questions like above possible will effect psychological students. The psychological phenomena that appear, as the students will felt nervous in problems solved is because by amount questions and limited by time. So, it can effect on products do them, too. Besides nervous the students will felt confused in problems solved too, because the students have to can choose questions that easy to time with good in order to can problems solved by on time. Besides nervous and confused it will appeared felt afraid in heart students, too. The students feel afraid if can't it problems solved with perfect. So, not directly will to burden for students. But not only aspect negative that appear, there are aspect positive too that is increased private and confidence students in problems solved.
It only possible that I can reflection about aspect psychological students if students is confronted on questions like above.


By:

ENI MAWARTI
07301241011
PENDIDIKAN MATEMATIKA R'07
085643681544
Kamis, 11 Desember 2008

Rabu, 03 Desember 2008

The Used Quantitative Methods for Research in Teaching and Learning of Mathematics

Nama : ENI MAWARTI
NIM : 07301241011
Prodi : PENDIDIKAN MATEMATIKA R'07

The quantitative research is natural research that systematic in part and phenomenal with relation it. In the Teaching and learning of Mathematics, Mathematics belongings to science that is learned widely every at schools. The Mathematics is science about numbers, relations between numbers and operations process that is used in problems solution. The almost every student afraid with Mathematics. They are said that Mathematics is very difficult. There are many quantitative methods that can used to research, one of it is statistics methods. There are two statistic methods, that is descriptive and inferential methods.

Statistics is a mathematical science pertaining to the collection, analysis, interpretation or explanation, and presentation of data[1]. It also provides tools for prediction and forecasting based on data. It is applicable to a wide variety of academic disciplines, from the natural and social sciences to the humanities, government and business. Statistical methods can be used to summarize or describe a collection of data; this is called descriptive statistics. (http://en.wikipedia.org/wiki/Statistics)

Descriptive statistics are used to describe the basic features of the data in a study. They provide simple summaries about the sample and the measures. Together with simple graphics analysis, they form the basis of virtually every quantitative analysis of data. Descriptive Statistics are used to present quantitative descriptions in a manageable form. In a research study we may have lots of measures. Or we may measure a large number of people on any measure. Descriptive statistics help us to simply large amounts of data in a sensible way. Each descriptive statistic reduces lots of data into a simpler summary.

One important use of descriptive statistics is to summarize a collection of data in a clear and understandable way. For example, assume a psychologist gave a personality test measuring shyness to all 2500 students attending a small college. How might these measurements be summarized? There are two basic methods: numerical and graphical. Using the numerical approach one might compute statistic such as the mean and standard deviation. These statistics convey information about the average degree of shyness and the degree to which people differ in shyness. Using the graphical approach one might create a stem and leaf display and a box plot. These plots contain detailed information about the distribution of shyness scores.( http://davidmlane.com/hyperstat/A28521.html)

Inferential statistics are used to draw inferences about a population from a sample.There are two main methods used in inferential statistics : estimation and hypothesis testing. In estimation, the sample is used to estimate a parameter and a confidence interval about the estimate is constructed.

http://davidmlane.com/hyperstat/A28521.html)

Minggu, 30 November 2008

MOTTO

Berusahalah dengan sungguh-sungguh dalam meraih cit@-cit@ J@ngan mudah putus asa.................okey.....!!!!!!!!!!! Tet@p sem@ng@t....... Dan jangan lupa berdo'@ kepada Allah